Senin, 23 Februari 2015
Malam Ini
Malam ini,,,
ya,,,malam ini kembali ku mengetik
dan rasanya ketikan ini harus berhenti disini
malam sudah berangsur pagi
saat kelamnya malam pudar oleh cahaya matahari yang menaik perlahan
sudah ku hitung, berapa banyak air mata yang menetes
membuat sebuah pola dibantal ini
namun rindu tetaplah rindu
tanpa ditulispun rindu ini tetaplah bagaikan buku
lembar demi lembarnya, membuatku pergi pada sebuah kenangan indah
saat kita bersama dulu
tapi kini, aku tetaplah aku
kamu tetaplah kamu
hanya kepada Allah semua ku harapkan
karena janji Allah tidak ada yang tidak Dia tepati
aku akan tetap melangkah
meski malam ini di ujung lelah
Selasa, 10 Februari 2015
KOSONG
Terkadang
ada kata-kata yang tidak bisa kita ungkapkan, melainkan hanya bisa
kita tulis dalam bingkai kalimat yang tersusun indah, , ,
Yaaah,,,malam ini dalam kesunyian yang penuh deringan suara jangkirk, ku mulai merangkai kalimat emosi-emosi dan asa-asaku di kamarku ini, di sebuah gubuk kecil tempat tinggal keluarga kecilku, di sebuah halaman yang menjadi saksi kelahiranku,,,gubuk ini kami sering menyebutnya istana, ya karena memang ini istana yang Allah titipkan kepada kami, tapi kami tetap selalu bersyukur atas semua yang kami miliki, bukankan apa yang kita miliki itu hanyalah titipan Allah saja kan?
Ya,,,di rumah ini dulu ku habiskan bersama keluargaku. Entah ku rindukan sekali suasana dulu, ketika aku belajar di temani ibu dan sebuah alat penerang buatan sendiri, saat itu malam memang sunyi, mati lampu dan hujan menerjang bersama dengan dentuman halilintar yang menggetarkan gubuk kami, namun ibuku terus menemaniku belajar hingga larut malam. Sambil bercerita mengenai apa yang ingin aku lakukan setelah lulus sekolah nanti,,, Yahh saat itu sungguhlah sunyi,,hampa ,,dan gelap…malam ini juga mengingatkan diriku akan sebuah kerinduan teramat dalam kepada sahabat-sahabatku di Ibu Kota sana. Ana, Chabib, Kurniawan dan Tiara, semoga kalian selalu dalam kasih sayang dan perlindungan Allah. Terimakasih kepada sahabat kecilku mas Budi yang sudah menemaniku di sebuah restaurant tadi, surprise ulang tahun dari pelayannya sungguh mengejutkan, , ,ah,,,tahu saja kalau tanggal 5 ini aku ulang tahun,,iya lah kan mereka tanya,,,”ada yang ulang tahun di bulan ini?” hehehe
Dalam perengunganku Malam ini sungguh aku tertarik dengan kata hampa atau kosong, entah memang malam ini sangat sunyi ataukah memang dihati ini sedang kosong akan sebuah cinta,,*kok jadi curhat :-D
Kembali ke kata kosong tadi, pengertian kosong adalah hampa tanpa isi, kosong adalah tak memiiki siapa-siapa dan apa-apa. Kosong adalah hampa, kosong adalah nol koma nol dan kosong adalah jomblo ! kwkwkwk
Kosong bagi sebagian orang memang bermakna negatif, identik dengan semua yang tidak menyenangkan. Kosong itu menyiksa, hampa itu menakutkan dan tiada itu mengerikan. Ya, memang itu adanya jika yang diukur hanyalah berdasarkan apa yang dilihat oleh mata. Namun, pernahkah terbayang jika alam semesta ini terisi penuh dengan yang terlihat: mobil, pesawat, rumah, pohon, gunung, bahkan udara tidak memiliki tempat untuk bersemayam? Lalu apa yang kita hidup untuk menyambung hidup?
Bagi saya pribadi, kosong itu adalah isi. Kosong adalah sebuah ruang yang kita butuhkan. Kita butuh jiwa yang kosong agar kita dapat mengisinya, melempar kesombongan di jiwa agar kita dapat mengisi jiwa kita dengan ilmu. Jika kesombongan yang mengisi jiwa kita, bagaimana bisa kita menerima ilmu baru?. Setiap awal belajar, mulailah dengan membangun kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa. Jika pada awal belajar kita sudah merasa penuh dan merasa sudah bisa, tentunya diajarkan oleh gurupun akan kita anggap tiada. Oleh sebab itu, kosongkanlah, karena ketika kita kosong, itu artinya waktunya kita mengisi.
Saya pernah berada pada satu titik jenuh, titik dimana saya merasa hidup hanya ini-ini saja, tidak ada kemajuan. Mati tak mau, hidup juga enggan. Lalu, saya berpikir, mau sampai kapan saya berada di titik penat ini. Kemudian, saya sadar bahwa saya merasa seperti itu karena saya terlalu memenuhi jiwa saya dengan keinginan-keinginan dunia yang tanpa ujung. Duh, betapa bodohnya saya membiarkan kepenatan ini berlabuh. Bagaimana saya bisa memikirkan akhirat jika jiwa saya penuh oleh keinginan dunia?
Pernah saya juga berada pada suatu kondisi di mana hidup saya rasanya kok hanya pindah dari satu masalah ke masalah lain. Derita tak ada akhirnya,,,,astagfirullah….pik iran
yang kacau kan…? Begitulah kalau kita sok pintar, merasa hebat,
merasa, merasa diri kita ini Tuhan. Kita sok tahu dan mencoba
menyelesaikan masalah sendiri, tanpa berbagi kepada Allah yang Maha
Menyeleaikan masalah. Kita enggan mengadu. Kita abaikan curhat kepada
Allah akhirnya, kita penat sendiri. Nah kosong itu begitu indah kan?
Ketika kita penat akan dunia, kita tukar saja dengan kasih sayang Allah
di tengah malam yang juga kosong dari hiruk pikuk dunia.
Ya Allah,,saya terima ujian ini dan saya kembalikan semua pada-Mu karena engkaulah Pemiik segala jalan keluar. Sungguh ini kosong yang indah,,,jadi tidak selamanya kosong itu negatifkan?
Yaaah,,,malam ini dalam kesunyian yang penuh deringan suara jangkirk, ku mulai merangkai kalimat emosi-emosi dan asa-asaku di kamarku ini, di sebuah gubuk kecil tempat tinggal keluarga kecilku, di sebuah halaman yang menjadi saksi kelahiranku,,,gubuk ini kami sering menyebutnya istana, ya karena memang ini istana yang Allah titipkan kepada kami, tapi kami tetap selalu bersyukur atas semua yang kami miliki, bukankan apa yang kita miliki itu hanyalah titipan Allah saja kan?
Ya,,,di rumah ini dulu ku habiskan bersama keluargaku. Entah ku rindukan sekali suasana dulu, ketika aku belajar di temani ibu dan sebuah alat penerang buatan sendiri, saat itu malam memang sunyi, mati lampu dan hujan menerjang bersama dengan dentuman halilintar yang menggetarkan gubuk kami, namun ibuku terus menemaniku belajar hingga larut malam. Sambil bercerita mengenai apa yang ingin aku lakukan setelah lulus sekolah nanti,,, Yahh saat itu sungguhlah sunyi,,hampa ,,dan gelap…malam ini juga mengingatkan diriku akan sebuah kerinduan teramat dalam kepada sahabat-sahabatku di Ibu Kota sana. Ana, Chabib, Kurniawan dan Tiara, semoga kalian selalu dalam kasih sayang dan perlindungan Allah. Terimakasih kepada sahabat kecilku mas Budi yang sudah menemaniku di sebuah restaurant tadi, surprise ulang tahun dari pelayannya sungguh mengejutkan, , ,ah,,,tahu saja kalau tanggal 5 ini aku ulang tahun,,iya lah kan mereka tanya,,,”ada yang ulang tahun di bulan ini?” hehehe
Dalam perengunganku Malam ini sungguh aku tertarik dengan kata hampa atau kosong, entah memang malam ini sangat sunyi ataukah memang dihati ini sedang kosong akan sebuah cinta,,*kok jadi curhat :-D
Kembali ke kata kosong tadi, pengertian kosong adalah hampa tanpa isi, kosong adalah tak memiiki siapa-siapa dan apa-apa. Kosong adalah hampa, kosong adalah nol koma nol dan kosong adalah jomblo ! kwkwkwk
Kosong bagi sebagian orang memang bermakna negatif, identik dengan semua yang tidak menyenangkan. Kosong itu menyiksa, hampa itu menakutkan dan tiada itu mengerikan. Ya, memang itu adanya jika yang diukur hanyalah berdasarkan apa yang dilihat oleh mata. Namun, pernahkah terbayang jika alam semesta ini terisi penuh dengan yang terlihat: mobil, pesawat, rumah, pohon, gunung, bahkan udara tidak memiliki tempat untuk bersemayam? Lalu apa yang kita hidup untuk menyambung hidup?
Bagi saya pribadi, kosong itu adalah isi. Kosong adalah sebuah ruang yang kita butuhkan. Kita butuh jiwa yang kosong agar kita dapat mengisinya, melempar kesombongan di jiwa agar kita dapat mengisi jiwa kita dengan ilmu. Jika kesombongan yang mengisi jiwa kita, bagaimana bisa kita menerima ilmu baru?. Setiap awal belajar, mulailah dengan membangun kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa. Jika pada awal belajar kita sudah merasa penuh dan merasa sudah bisa, tentunya diajarkan oleh gurupun akan kita anggap tiada. Oleh sebab itu, kosongkanlah, karena ketika kita kosong, itu artinya waktunya kita mengisi.
Saya pernah berada pada satu titik jenuh, titik dimana saya merasa hidup hanya ini-ini saja, tidak ada kemajuan. Mati tak mau, hidup juga enggan. Lalu, saya berpikir, mau sampai kapan saya berada di titik penat ini. Kemudian, saya sadar bahwa saya merasa seperti itu karena saya terlalu memenuhi jiwa saya dengan keinginan-keinginan dunia yang tanpa ujung. Duh, betapa bodohnya saya membiarkan kepenatan ini berlabuh. Bagaimana saya bisa memikirkan akhirat jika jiwa saya penuh oleh keinginan dunia?
Pernah saya juga berada pada suatu kondisi di mana hidup saya rasanya kok hanya pindah dari satu masalah ke masalah lain. Derita tak ada akhirnya,,,,astagfirullah….pik
Ya Allah,,saya terima ujian ini dan saya kembalikan semua pada-Mu karena engkaulah Pemiik segala jalan keluar. Sungguh ini kosong yang indah,,,jadi tidak selamanya kosong itu negatifkan?
Kita adalah pemimpin
Assalamualaikum
warohmatullahiwabarokatuh.
Di awal
tahun 2015 (tidak langsung dipost karena ini blog baru) ini adalah hari yang tentunya hari yang sangat penting bagi setiap
orang untuk berinstropeksi diri bagaimana selama perjalanan hidup kita yang
tentunya kita semua di dunia ini adalah sebagai khalifah yaitu pemimpin. Baik
itu kita adalah sebagai kepala negara, perdana menteri, pegawai negeri, pedagang,
petani, kepala rumah tangga bahkan setiap individu itu adalah pemimpin.
Hal yang
penting yang perlu dicermati oleh kita sebagai pemimpin adalah menyadari bahwa
kita adalah zat yang diberikan Allah sebuah ruh untuk hidup didunia ini sebagai
pemimpin. Apakah yang kita pimpin itu? Setiap zat yang ada dilingkungan kita
adalah rakyat bagi kita, baik itu didalam diri maupun diluar diri manusia.
Kenapa kitalah yang dijadikan khalifah oleh Allah didunia ini bukannya tumbuhan
, hewan atau yang lainnya?. Karena kitalah yang diberi Allah karunia akal. Oleh
karen itu dengan akal itulah seharunya pemimpin tahu mana yang benar mana yang
salah, mana yang halal mana yang haram, mana yang baik dan mana yang buruk dalam memimpin rakyat kita.
Kadang
kita sering berlaku menyia-nyiakan terhadap rakyat kita. Tangan, mata, telinga,
perut, hati, fikiran dan lingkungan yang ada didalam maupun diluar diri manusia
adalah sebegai rakyat kita, dan semestinya kita sebagai memimpin harus
memberikan hak yang benar sesuai dangan fitrah rakyat kita. Tangan kita gunakan
untuk sedekah, ibadah, menolong, dan fungsi fitrah lainnya bukannya untuk
memukul orang lain.
Astagfirullah
ampuni kami ya Allah yang sering menyia-nyiakan rakyat kami.yang sejatinya
semua rakyat kita berikan penghidupan yang layak, tersejahterakan, namun
sayangnya kita lebih mementingkan rakyat ego dannafsu. Karena sebenarnya rakyat
itu sudah di tentukan didalam kitab Allah dan sunah rosulnya bahkan sebelum ruh
diciptakan. Agar ruh yang dijadikan Allah khalifah itu memimpin rakyatnya
dengan baik dan dengan cara baik. Karena kita dan rakyat kita adalah ruh yang
berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah pula.
Semoga
di tahun 2014 ini kita bisa lebih berlaku adil sebagai khalifah, yang mempin
rakyatnya dengan cara-cara yang diridhoiNya.
Bersemangatlah
dalam perjalanan hidup di 2015 ini dangan petunjuk Al-quran dan sunah-sunah
rosulullah
Urgensi Waktu
Jika
kita berbicara mengenai waktu maka Allah SWT sangat mengingatkan kepada manusia
mengenai urgensi waktu. orang-orang kapitalis mengatakan time is money, waktu adalah uang, namun sayangnya waktu tidak bisa dibeli dengan uang apalagi kita juga
tidak bisa pergi ke waktu lalu.
Sungguh
kita diberikan Allah SWT waktu yang sangat terbatas, dan yang membatasi kita
adlah kematian. Dan kematianpun tidak bisa ditebak. Mungkin kita bisa saja
meninggal di usia 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau bahkan besok kita akan
wafat. Namun hidup bukanlah masalah berapa lama waktunya tetapi seberapa baik
perjalanan kehidupan kita
Sahabat
fillah, seiring berjalannya waktu maka usia kita pun semakin bertambah. namun
dengan bertambahnya usia kita apakah kita sudah belajar banyak di dalam
universitas kehidupan yang telah kita lalui?. sudah semaksimal apa kita
meningkatkan kualitas pribadi kita?. apakah kita hanya ingin menjadi
manusia-manusia biasa-biasa saja? apakah kita lebih munuruti hawa nafsu kita?
apakah kita lebih sering malas untuk berbuat baik, belajar, dan apatis dengan
kehidupan kita.
Maka
saya terinspirasi dengan quotes dari baginda Rosulullah SAW dalam hadisnya: “Dari Ibnu Abbas dia berkata: telah bersabda
Rasululloh, seraya menasehati seseorang: Jagalah olehmu lima perkara sebelum
datang lima perkara yang lainnya, jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa
sehatmu sebelum datang waktu sakit, jaga masa kayamu sebelum miskin, jaga masa
lapangmu sebelum masa sempitmu, dan jaga masa hidupmu sebelum datang
kematianmu” (HR Hakim). Maka benar kata rosul, di usia muda kita seharusnya memanfaatkan
waktu dengan sebaik mungkin, hendaknya kita belajar dan bekerja dengan ikhlas,
mengembangkan bakat dan kemampuan diri. Jangan hanya menuruti keenakan sekejap
namun menderita dikala usia sudah beranjak tua dan timbul penyesalan.
Karena
waktu ini amat cepat berlalu maka karena itulah kita sepantasnya mencontoh
Rosululah saw hamba Allah yang tercerdas yang memanfaatkan setiap hitungan hari
jam menit detik berarti. Beliaulah tauladan kita. Rosulullah SAW di usia 12
tahun beliau sudah belajar enterpreneurship ketika beliau di ajak oleh pamannya
abu thalib ke negeri syam. Kemudian jika kita mau belajar pada Bung karno
pahlawan kita, ketika di usia muda beliau sudah bisa berorganisasi, bahkan
ketika beliau berusia 25 tahun dalam usahanya menentang kolonial belanda beliau
menciptakan buku dengan judul Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.
Lalu
Bagaimana dengan diri kita, sudah berapa banyak manfaat yang sudah kita ambil
dalam perjalanan hidup kita selama ini, Allah memberikan kepada kita durasi
waktu yang sama yaitu sehari 24 jam. Orang-orang besarpun tidak memiliki waktu
lebih dari 24 jam sehari, namun karena mereka bisa memanfaatkan waktu sebaik
mungkin akhirnya mereka menjadi orang yang bermanfaayt baik bagi dirinya maupun
bagi orang lain.. Allah SWT berfirman “
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (
Al- Ashr: 1-3)
Sahabat
fillah, gunakan masa mudamu untuk belajar baik di sekolah formal, informal maupun
di universitas kehidupan ini. Marilah kita merubah sikap dan pola pikir kita. Gunakanlah
waktu kita sebaik mungkin. Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang harinya
sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung.
Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi.
Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia
terlaknat.”
Langganan:
Postingan (Atom)

