Yaaah,,,malam ini dalam kesunyian yang penuh deringan suara jangkirk, ku mulai merangkai kalimat emosi-emosi dan asa-asaku di kamarku ini, di sebuah gubuk kecil tempat tinggal keluarga kecilku, di sebuah halaman yang menjadi saksi kelahiranku,,,gubuk ini kami sering menyebutnya istana, ya karena memang ini istana yang Allah titipkan kepada kami, tapi kami tetap selalu bersyukur atas semua yang kami miliki, bukankan apa yang kita miliki itu hanyalah titipan Allah saja kan?
Ya,,,di rumah ini dulu ku habiskan bersama keluargaku. Entah ku rindukan sekali suasana dulu, ketika aku belajar di temani ibu dan sebuah alat penerang buatan sendiri, saat itu malam memang sunyi, mati lampu dan hujan menerjang bersama dengan dentuman halilintar yang menggetarkan gubuk kami, namun ibuku terus menemaniku belajar hingga larut malam. Sambil bercerita mengenai apa yang ingin aku lakukan setelah lulus sekolah nanti,,, Yahh saat itu sungguhlah sunyi,,hampa ,,dan gelap…malam ini juga mengingatkan diriku akan sebuah kerinduan teramat dalam kepada sahabat-sahabatku di Ibu Kota sana. Ana, Chabib, Kurniawan dan Tiara, semoga kalian selalu dalam kasih sayang dan perlindungan Allah. Terimakasih kepada sahabat kecilku mas Budi yang sudah menemaniku di sebuah restaurant tadi, surprise ulang tahun dari pelayannya sungguh mengejutkan, , ,ah,,,tahu saja kalau tanggal 5 ini aku ulang tahun,,iya lah kan mereka tanya,,,”ada yang ulang tahun di bulan ini?” hehehe
Dalam perengunganku Malam ini sungguh aku tertarik dengan kata hampa atau kosong, entah memang malam ini sangat sunyi ataukah memang dihati ini sedang kosong akan sebuah cinta,,*kok jadi curhat :-D
Kembali ke kata kosong tadi, pengertian kosong adalah hampa tanpa isi, kosong adalah tak memiiki siapa-siapa dan apa-apa. Kosong adalah hampa, kosong adalah nol koma nol dan kosong adalah jomblo ! kwkwkwk
Kosong bagi sebagian orang memang bermakna negatif, identik dengan semua yang tidak menyenangkan. Kosong itu menyiksa, hampa itu menakutkan dan tiada itu mengerikan. Ya, memang itu adanya jika yang diukur hanyalah berdasarkan apa yang dilihat oleh mata. Namun, pernahkah terbayang jika alam semesta ini terisi penuh dengan yang terlihat: mobil, pesawat, rumah, pohon, gunung, bahkan udara tidak memiliki tempat untuk bersemayam? Lalu apa yang kita hidup untuk menyambung hidup?
Bagi saya pribadi, kosong itu adalah isi. Kosong adalah sebuah ruang yang kita butuhkan. Kita butuh jiwa yang kosong agar kita dapat mengisinya, melempar kesombongan di jiwa agar kita dapat mengisi jiwa kita dengan ilmu. Jika kesombongan yang mengisi jiwa kita, bagaimana bisa kita menerima ilmu baru?. Setiap awal belajar, mulailah dengan membangun kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa. Jika pada awal belajar kita sudah merasa penuh dan merasa sudah bisa, tentunya diajarkan oleh gurupun akan kita anggap tiada. Oleh sebab itu, kosongkanlah, karena ketika kita kosong, itu artinya waktunya kita mengisi.
Saya pernah berada pada satu titik jenuh, titik dimana saya merasa hidup hanya ini-ini saja, tidak ada kemajuan. Mati tak mau, hidup juga enggan. Lalu, saya berpikir, mau sampai kapan saya berada di titik penat ini. Kemudian, saya sadar bahwa saya merasa seperti itu karena saya terlalu memenuhi jiwa saya dengan keinginan-keinginan dunia yang tanpa ujung. Duh, betapa bodohnya saya membiarkan kepenatan ini berlabuh. Bagaimana saya bisa memikirkan akhirat jika jiwa saya penuh oleh keinginan dunia?
Pernah saya juga berada pada suatu kondisi di mana hidup saya rasanya kok hanya pindah dari satu masalah ke masalah lain. Derita tak ada akhirnya,,,,astagfirullah….pik
Ya Allah,,saya terima ujian ini dan saya kembalikan semua pada-Mu karena engkaulah Pemiik segala jalan keluar. Sungguh ini kosong yang indah,,,jadi tidak selamanya kosong itu negatifkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar