meteor jatuh

Selasa, 10 Februari 2015

Urgensi Waktu



Jika kita berbicara mengenai waktu maka Allah SWT sangat mengingatkan kepada manusia mengenai urgensi waktu. orang-orang kapitalis mengatakan time is money, waktu adalah uang, namun sayangnya waktu  tidak bisa dibeli dengan uang apalagi kita juga tidak bisa pergi ke waktu lalu.

Sungguh kita diberikan Allah SWT waktu yang sangat terbatas, dan yang membatasi kita adlah kematian. Dan kematianpun tidak bisa ditebak. Mungkin kita bisa saja meninggal di usia 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau bahkan besok kita akan wafat. Namun hidup bukanlah masalah berapa lama waktunya tetapi seberapa baik perjalanan kehidupan kita

Sahabat fillah, seiring berjalannya waktu maka usia kita pun semakin bertambah. namun dengan bertambahnya usia kita apakah kita sudah belajar banyak di dalam universitas kehidupan yang telah kita lalui?. sudah semaksimal apa kita meningkatkan kualitas pribadi kita?. apakah kita hanya ingin menjadi manusia-manusia biasa-biasa saja? apakah kita lebih munuruti hawa nafsu kita? apakah kita lebih sering malas untuk berbuat baik, belajar, dan apatis dengan kehidupan kita.

Maka saya terinspirasi dengan quotes dari baginda Rosulullah SAW dalam hadisnya: “Dari Ibnu Abbas dia berkata: telah bersabda Rasululloh, seraya menasehati seseorang: Jagalah olehmu lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya, jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa sehatmu sebelum datang waktu sakit, jaga masa kayamu sebelum miskin, jaga masa lapangmu sebelum masa sempitmu, dan jaga masa hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR Hakim). Maka benar kata rosul, di usia muda kita seharusnya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, hendaknya kita belajar dan bekerja dengan ikhlas, mengembangkan bakat dan kemampuan diri. Jangan hanya menuruti keenakan sekejap namun menderita dikala usia sudah beranjak tua dan timbul penyesalan.

Karena waktu ini amat cepat berlalu maka karena itulah kita sepantasnya mencontoh Rosululah saw hamba Allah yang tercerdas yang memanfaatkan setiap hitungan hari jam menit detik berarti. Beliaulah tauladan kita. Rosulullah SAW di usia 12 tahun beliau sudah belajar enterpreneurship ketika beliau di ajak oleh pamannya abu thalib ke negeri syam. Kemudian jika kita mau belajar pada Bung karno pahlawan kita, ketika di usia muda beliau sudah bisa berorganisasi, bahkan ketika beliau berusia 25 tahun dalam usahanya menentang kolonial belanda beliau menciptakan buku dengan judul Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.

Lalu Bagaimana dengan diri kita, sudah berapa banyak manfaat yang sudah kita ambil dalam perjalanan hidup kita selama ini, Allah memberikan kepada kita durasi waktu yang sama yaitu sehari 24 jam. Orang-orang besarpun tidak memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari, namun karena mereka bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin akhirnya mereka menjadi orang yang bermanfaayt baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.. Allah SWT berfirman “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ( Al- Ashr: 1-3)


Sahabat fillah, gunakan masa mudamu untuk belajar baik di sekolah formal, informal maupun di universitas kehidupan ini. Marilah kita merubah sikap dan pola pikir kita. Gunakanlah waktu kita sebaik mungkin. Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar